Selasa, 09 Maret 2010

Kurikulum 2004

Kurikulum 2004 / KBK

A. peran peserta didik dalam pembelajaran
- di dalam kelas terdapat KBM yang dapat merubah siswa menjadi aktif (melibatkan siswa dalam berinteraksi secara aktif). Hanya saja tingkat keterlibatan siswa itulah yang berbeda. Kalau dahulu guru itu bersifat lebih aktif atau banyak terlibat secara langsung dengan menyuguhkan fakta, informasi atau konsep mengenai sesuatu kepada siswa, akan tetapi disaat ini peran siswa justru diharuskan lebih banyak terlibat dalam PBM.

Hal ini dapat dilihat pada saat para peserta didik tidak merasa ragu untuk mengeluarkan pendapatnya, sehingga siswa lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam PBM. Dengan hal tersebut, diharapkan siswa lebih memiliki kreatifitas untuk menyelesaikan kegiatan belajar.
B. peran Guru dalam KBM
·         Mulyasa (2005) menuliskan sedikitnya ada 19 peran guru, yaitu sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, pembaharu, model dan teladan, pribadi, pendorong, kreator, pembangkit, pandangan, pekerjaan rutin, pemindah kemah, pembawa cerita, aktor, emansipator, pengawet, dan kuliminator.
·         Sedangkan menurut UU No. 20 Tahun 2009 dan UU No. 14 Tahun 2005, peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, dan evaluator dari peserta didik.
·         M. uzer usman (1990) mengatakan bahwa dalam PBM sebagian besar hasil belajar peserta didik ditentukan oleh guru. Guru yang berkompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar efektif dan akan lebih mampu mengelola PBM, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal.
Guru diharapkan mempunyai kemampuan profesional sehingga ia dapat menganalisis situasi-situasi instruktional kemudian mampu merencanakan sistem pengajaran yang efektif dan efesien.

C. strategi dan metode mengajar yang berpusat pada siswa.
Student centered learning yaitu model pembelajaran yang menetapkan siswa dititik pusat proses pembelajaran dimana siswa lebih aktif dalam pembelajaran sehingga siswa mampu menyimpulkan pokok-pokok materi yang ia serap. Strategi dan metode yang berpusat pada siswa harus dipilih sesuai dengan kondisi peserta didik sehingga mereka yang dianggap kurang cepat dalam menerima informasi bisa teratasi oleh metode tersebut.
Gropper mengatakan bahwa strategi belajar mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu, dengan kata lain, strategi belajar mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai.

D. pemanfaatan media dan sumber belajar.
·         Yusuf Hadi Miarso mengatakan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang meliputi pesan, orang, alat, teknik, dan lingkungan, baik secara alami maupun terkombinasika. Sehingga dimungkinkan sebagai media terjadinya proses belajar.
·         Anggani Sudono mengemukakan bahwa media atau sumber belajar adalah bahan termasuk juga alat permainan untuk memberikan informasi maupun keterampilan kepada siswa. Antara lainbuku-buku sebagai referensi, buku cerita, gambar-gambar, nara sumber beda atau hasil-hasil budaya.
Di zaman yang modern ini, sumber belajar tidak lagi terbatas kepada guru, tetapi juga dapat memanfaatkan media-media yang sudah tak asing lagi dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan mampu membantu PBM.

Pola pemanfaatan media adalah sebagai berikut.
a.             interaksi langsung antara peserta didik dengan Guru yang dianggap mempunyai pengetahuan lebih.
b.            Menggunakan guru tetapi sifatnya hanya sebagai sumber belajar utama.
c.             Media sebagai sumber belajar lainnya.
d.            Peran guru sudah lebih banyak dilimpahkan kepada media.
e.             Peserta didik yang sepenuhnya langsung berinteraksi dengan sumber belajar yang serupa media.
f.             Namun, yang terpenting adalah pemahaman tentang keterbatasan dan klebihan, baik sumber belajar yang serupa guru, maupun sumber belajar lainnya.


E. penilaian yang mengacu pada proses dan hasil belajar
Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan Guru untuk memperoleh informasi secara objektif, berkelanjutan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang dicapai siswa yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan perlakuan selanjutnya terhadap siswa (Depdiknas, 2001).
Penilaian hasil bertujuan untuk melihat kemajuan belajar peserta didik dalam hal penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajari dan tujuan yang telah dicantumkan. Penilaian dalam PBM meliputi:
- evaluasi formatif
- evaluasi sumatif
- pelaporan hasil belajar
- pelaksanaan program perbaikan dan penguasaan
Fungsi dari penilaian adalah untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pengajaran dan untuk mengetahui keefektifan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru.
Penilaian terhadap KBK yang menghendaki teridentifikasinya seluruh potensi pada diri siswa sehingga konsekuensi dari penilaian yang otentik terhadap perangkat alat penilaian harus dikembangkan secara variatif sesuai dengan karakteristik aspek yanga akan dinilai. Cara-cara penilaian yang akan dilakukan dalam berbagai bentuk antara lain proyek, karya siswa, kuis, demonstrasi, laporan, hasil tes, karya tulis dan lain-lain yang mana semua itu terangkum dalam teknik penilaian portofolio.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar