Rabu, 04 Mei 2011

Upaya Mewujudkan Filsafat Pendidikan di Indonesia Upaya-uapaya merumuskan filsafat pendidikan di Indonesia baru dalam tahap perhatian. Perhatian-perhatian terhadap perlunya filsafat pendidikan itupun baru muncul disana-sini belum terkoordinasi menjadi suatu perhatian besar untuk segera mewujudkannya. Untuk mengembangkan ilmu pendidikan yang bercorak Indonesia secara valid, terlebih dahulu dibutuhkan pemikiran dan perenungan yang mendalam tentang ilm itu sendiri dan budaya serta geografis Indonesia yang akan mewarnainya. Bagaimana kiat untuk meningkatkan kegiatan usaha merumuskan filsafat pendidikan da Indonesia ini, yang kini baru dalam tahap perhatian yang bersifat sporadic? Tampaknya kiat itu perlu disesuaikan dengan alam kebiasaan bangsa Indonesia saat ini. Upaya mendorong pemerintah untuk memberi isyarat akan pentingnya merimuskan filsafat pendidikan dan teori pendidikan yang bercorak Indonesia sudah pernah dilakukan menjelang sidang umum MPR (kompas, 27 November 1992), sebagai satu sumbangan untuk bahan siding umum itu. Namun GBHN 1993 sebagai produk sidang itu, tidak mencantumkan perlunya perumusan filsafat dan teori pendidikan itu.

A.      Upaya Mewujudkan Filsafat Pendidikan di Indonesia
Upaya-uapaya merumuskan filsafat pendidikan di Indonesia baru dalam tahap perhatian. Perhatian-perhatian terhadap perlunya filsafat pendidikan itupun baru muncul disana-sini belum terkoordinasi menjadi suatu perhatian besar untuk segera mewujudkannya. Untuk mengembangkan ilmu pendidikan yang bercorak Indonesia secara valid, terlebih dahulu dibutuhkan pemikiran dan perenungan yang mendalam tentang ilm itu sendiri dan budaya serta geografis Indonesia yang akan mewarnainya.

 Bagaimana kiat untuk meningkatkan kegiatan usaha merumuskan filsafat pendidikan da Indonesia ini, yang kini baru dalam tahap perhatian yang bersifat sporadic? Tampaknya kiat itu perlu disesuaikan dengan alam kebiasaan bangsa Indonesia saat ini. Upaya mendorong pemerintah untuk memberi isyarat akan pentingnya merimuskan filsafat pendidikan dan teori pendidikan yang bercorak Indonesia sudah pernah dilakukan menjelang sidang umum MPR (kompas, 27 November 1992), sebagai satu sumbangan untuk bahan siding umum itu. Namun GBHN 1993 sebagai produk sidang itu, tidak mencantumkan perlunya perumusan filsafat dan teori pendidikan itu.



















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar