Kamis, 05 Mei 2011

Landasan Sejarah Pendidikan Bag. 2

  1. Zaman Developmentalisme (abad ke-19)
Penganut aliran ini memandang proses pendidikan sebagai suatu proses perkembangan jiwa. Pendidikan adalah suatu proses perkembangan yang berlangsung dalam setiap individu. Proses ini merupakan hasil dari aktivitas dan reaksinya terhadap lingkungan. Tokoh-tokoh aliran ini adalah Pestalozzi, Johann Fredrich Herbart, Friedrich Wilhelm Frobel di Jerman, dan Stanley Hall di Amerika Serikat.
  1. Zaman Nasionalisme (abad ke-19)
Paham ini muncul sebagai upaya membentuk patriot-patriot bangsa, mempertahankan bangsa dari imperialis, antara lain perang-perang yang dilakukan oleh kaisar Napoleon. Akibat negatif pendidikan ini adalah munculnya chaufinisme di Jerman. Abad ke-19 ditandai oleh liberalisme (sekolah-sekolah dipakai sebagai alat untuk memperkuat kedudukan penguasa/pemerintah) dan positivisme (tokohnya Auguste Comte, hanya percaya pada kebenaran yang dapat diamati oleh panca indra, akibatnya kepercayaan terhadap agama semakin lemah).
  1. Paham Sosialisme (abad ke-20)
Tokoh-tokonya antara lain Paul Natorp dan George Kerschensteiner di Jerman serta John Dewey di Amerika Serikat. Para tokoh ini berpendapat masyarakat mempunyai arti yang lebih esensial daripada individu. Natotrp mengatakan individu itu ibarat atom-atom yang tidak mempunyai arti bila tidak berwujud benda. Begitu pula individu sebenarnya tidak ada, sebab individu adalah suatu abstraksi saja dari masyarakat.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar