Kamis, 05 Mei 2011

Landasan Sejarah Pendidikan Bag. 1

LANDASAN SEJARAH
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah pendidikan merupakan bahan pembanding untuk memajukan pendidikan suatu bangsa yang terbagi ke dalam sejarah pendidikan dunia, sejarah pendidikan Indonesia, sejarah pendidikan pada masa perjuangan, masa pembangunan, masa reformasi, dan implikasi konsep pendidikan.

1.  Sejarah Pendidikan Dunia
Umur sejarah pendidikan dunia sudah panjang sekali. Mulai dari zaman Hellenisme (150 SM-500 SM), ke zaman pertengahan (500-1500 SM), zaman Humanisme atau Renaissance, serta zaman Reformasi dan Kontra Reformasi pada tahun 1600-an. Pendidikan pada zaman tersebut belum banyak memberikan kontribusinya pada pendidikan zaman sekarang. Oleh sebab itu, pendidikan yang terjadi pada zaman tersebut tidak diuraikan.
Pendidikan yang mulai menunjukkan perbedaan eksistensinya dengan pendidikan-pendidikan sebelumnya adalah sejak zaman Realisme.
  1. Zaman Realisme (abad ke-17)
Bila pendidikan sebelumnya masih banyak berkiblat pada dunia ide, dunia surga, atau akhirat, maka pada zaman Realisme, pendidikan diarahkan pada kehidupan dunia dan bersumber dari keadaan dunia pula. Realisme menghendaki pikiran yang praktis. Diantara tokoh-tokohnya yang terkenal adalah Francis Bacon dan Johann Amos Comenius.
  1. Paham Rasionalisme dan Naturalisme (abad ke-18)
Setelah zaman Realisme lalu berkembanglah paham Rasionalisme dengan tokohnya John Locke pada abad ke-18. Teorinya yang terkenal adalah Leon Tabularasa atau a Blank Sheet of Paper yang berarti mendidik adalah menulisi kertas putih. Manusia tidak mewarisi pengetahuan, tetapi membentuk pengetahuan itu sendiri (Aufklarung adalah keadaan jiwa manusia setelah diterangi oleh intelek, dari mengalami kegelapan, dalam tindasan raja/pemerintah dan dogma-dogma agama menjadi bebas mencari kehidupan sendiri).
Selanjutnya pada abad ke-18 ini muncul pula aliran baru yaitu Naturalis sebagai reaksi terhadap aliran Rasionalis. Tokohnya adalah J.J. Rousseau. Naturalis menentang kehidupan yang tidak wajar sebagai akibat dari Rasionalis, seperti gaya hidup yang diperhalus, cara hidup yang dibuat-buat, sampai dengan korupsi. Anak-anak dipandang sebagai orang dewasa yang kecil. Naturalis menginginkan kehidupan yang seimbang. Rousseau menulis buku yang berjudul Emile. Pada awal buku ini dituliskan kalimat inti yaitu: segala sesuatu adalah baik ketika ia baru keluar dari alam dan segala sesuatu menjadi jelek manakala ia sudah berada di tangan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar