Kamis, 12 Mei 2011

Implementasi Guru sebagai Jabatan Profesional dalam Pembelajaran Bahasa Inggris 2

Secara spesifik, bagi seorang guru bahasa Inggris, keempat kompetensi di atas harus dimanifestasikan kedalam sejumlah kompetensi komunikatif yang bersifat lebih konkrit (Celce-Murcia et al, 1995).  Kompetensi komunikatif itu meliputi (1) kompetensi wacana (discourse competence), yaitu kompetensi untuk memahami teks yang dihasilkan dalam suatu peristiwa komunikasi nyata dalam konteks tertentu; (2) kompetensi tindak bahasa (actional competence), yaitu kompetensi dalam memberikan label sebuah langkah komunikasi dalam bahasa lisan; (3) kompetensi linguistik (linguistic competence), yaitu kompetensi untuk menguasai berbagai komponen (tata bahasa, fonologi, pelafalan, kosa kata, dsb) dan karakteristik bahasa Inggris; (4) kompetensi sosial budaya (sociocultural competence), yaitu penguasaan tata cara atau etika berkomunikasi dalam bahasa Inggris; dan (5) kompetensi strategis (strategic competence), yaitu kompetensi yang berkaitan dengan strategi komunikasi yang efektif (lisan atau tulis) dalam konteks tertentu. Lima kompetensi ini sangat berperan dalam mendukung guru bahasa Inggris terutama dalam mengaplikasikan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sehari-hari (colloquial language) maupun komunikasi dalam dunia ilmiah (scientific language) secara wajar sesuai dengan cara native speaker of English berkomunikasi. Selain itu, kompetensi komunikatif tersebut berimplikasi pada bagaimana seorang guru bahasa Inggris harus mengajarkan bahasa tersebut kepada setiap peserta didik.
            Pengetahuan tentang tata bahasa yang benar dapat membantu guru memonitor dan mengoreksi dirinya sendiri dan peserta didik dalam proses komunikasi. Untuk mengembangkan kompetensi linguistik ini diperlukan pengetahuan dan latihan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks tertentu agar peserta didik senantiasa memperhatikan (noticing atau make sense) contoh-contoh ungkapan yang biasa didengar dari segi tata bahasanya. Sedangkan, kompetensi strategis akan mengarahkan guru bahasa Inggris untuk mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Di lain sisi, kompetensi sosiolinguistik dapat membantu guru bahasa Inggris melatih peserta didik untuk berkomunikasi menggunakan tata bahasa dan pilihan kata sesuai konteks sosial tertentu. Selajutnya kompetensi tindak bahasa akan mengarahkan seorang guru bahasa Inggris mampu melatih peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris melalui langkah-langkah komunikasi tertentu (Helena, 2004).[1]






[1]Sumardi. 2010. Efektivitas Program Revitalisasi MGMP Bahasa Inggris Sebagai Media Pembinaan Profesionalisme Guru. http://robertsumardi.wordpress.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar