Jumat, 06 Mei 2011

Sejarah Pendidikan Indonesia

1. Sejarah Pendidikan Indonesia
Pada waktu bangsa Indonesia berjuang merintis kemerdekaan ada tiga tokoh pendidikan, yaitu Mohamad Syafei, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan. Pandangan dan pikiran para tokoh pendidik Indonesia di atas dapat disarikan seperti berikut.
  1. Membebaskan jiwa anak dari lingkungan yang merusak, termasuk dari tekanan penjajah, sehingga tumbuh rasa percaya diri berkemauan yang keras, dan bertanggung jawab.
  2. Belajar membiayai diri sendiri, hidup mandiri dengan mempelajari keterampilan tertentu dan bekerja.
  3. Mengejar perkembangan individu yang harmonis, mencakup afeksi, kognisi, dan psikomotor, termasuk sosial.
  4. Mengembangkan bakat anak.
  5. Pendidikan dan perkembangan sejalan dengan kodrat alam, artinya perkembangan secara bebas, pendidik hanya menyiapkan fasilitas dan melayani dengan baik.
  6. Mendidik rasa nasionalisme melalui ajaran agama Islam.

2.  Masa Perjuangan Bangsa
Mengenai perjuangan bangsa dalam mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan dapat disarikan sebagai berikut.
  1. Perjuangan bersifat nasional.
  2. Perlunya persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Demokratisasi dalam bidang pendidikan.
  4. Bahasa Indonesia diberlakuakan di seluruh Nusantara dan muncul nilai 45.
3. Masa Pembangunan
Kondisi dalam masa pembangunan terutama dalam bidang pendidikan, dapat disarikan sebagai berikut.
  1. Pemerintah belum menunjukkan political will yang kuat untuk memperbaiki pendidikan.
  2. Tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pendidikan belum terealisasi secara menyeluruh.
  3. Sulit menemukan tokoh pemikir dalam bidang pendidikan yang konsep-konsepnya tidak sejalan dengan keinginan penguasa.
  4. Konsep-konsep inovasi pendidikan bersumber dari dunia barat, sehingga banyak kegagalan. Kebijakan link and match untuk membentuk pelayan pabrik dan perdagangan jasa.
  5. Penanaman nilai budaya dan agama tidak cukup malalui bidang studi tertentu, melainkan harus terintegrasi dalam semua bidang studi. Sekolah menengah umum lebih banyak dari sekolah kejuruan dan pendidikan belum berintikan pada kemajuan ilmu teknologi sebagai sumber budaya zaman global sehingga masih banyak sekali orang Indonesia belum berwawasan abad ke-21. Masyarakat menjadi lamban melakukan transformasi sosial untuk menghadapi era global. Pendidikan secara kuantitatif cukup berhasil namun secara kulitatif masih jauh tertinggal. Muncul perilaku-perilaku negatif seperti kenakalan-kenakalan remaja, kolusi, dan korupsi.
5. Masa Reformasi
Kelemahan-kelemahan masa reformasi sampai waktu ini adalah sebagai berikut.
  1. Ekonomi bertambah terpuruk, walaupun pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan ini. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga BBM.
  2. KKN masih banyak terjadi walaupun pemerintah berusaha keras untuk memberantasnya.
  3. Hukum belum benar-benar dapat ditegakkan.
  4. Kekacauan tampak meluas, terutama di kota-kota besar, demontrasi.
  5. Terorisme dan narkoba juga belum bisa dibersihkan, walaupun pemerintah sudah berusaha keras membasminya,
Namun demikian, masa reformasi ini juga banyak aspek positifnya, seperti berikut.
  1. Sistem desentralisasi pemerintahan dan pendidikan mulai dibangun.
  2. Nilai-nilai keagamaan tetap terjunjung tinggi.
  3. Demokrasi pada banyak sektor mulai menampakkan diri.
  4. Pemberontakan-pemberontakan di daerah berangsur-angsur dapat diatasi.
  5. Pemilihan langsung oleh rakyat mulai dan dapat terlaksana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar