Selasa, 03 Mei 2011

Ilmu Nuzul Al-Quran 3

PEMELIHARAAN AL-QURAN DI MASA NABI MUHAMMAD SAW

Al-Quran turun kepada Nabi yang Ummi (tidak bisa baca tulis). Karena itu perhatian Nabi hanyalah dituangkan untuk sekedar menghapal dan menghayati. Pada saat Rasulullah SAW menerima wahyu yang berupa ayat-ayat Al-Quran beliau membacanya di depan para sahabat, kemudian para sahabat menghafalkan ayat-ayat tersebut sampai hafal di luar kepala. Namun, beliau menyuruh Kuttab (penulis wahyu) untuk menuliskan ayat-ayat yang baru diterimanya.
Mereka yang termasyur sebagai penulis dan penghafal Al-Quran.
  1. Abu Bakar As-Siddiq
  2. Umar bin Khattab
  3. Usman bin Affan
  4. Ali bin Abi Thalib
  5. Ubay Bin Ka’ab bin Qays, dll.
Diantara mereka yang paling banyak menulis wahyu adalah Zayd bin Tsabit. Para sahabat dikala Islam masih disembunyikan mempelajari Al-Quran di suatu rumah (rumah Zaid bin Al-Arqam), di sanalah mereka berkumpul mempelajari serta memahami kandungan ayat yang telah diturunkan denghan jalan bermudarasah, bertadarus. Di saat Rasul masih hidup Al-Quran belum dikumpulkan di dalam mushaf (buku yang berjilid). Adapun caranya mereka menulis pada pelepah-pelepah kurma, kepingan batu, kulit/daun kayu, tulang binatang dan sebagainya. Ada beberapa faktor yang menjamin kemurnian Al-Quran pada masa itu, diantaranya hafalan yang sangat kuat dari para sahabat, para penulis wahyu untuk diri mereka sendiri, dan tadarus Al-Quran yang dilakukan oleh Malaikat Jibril dan Nabi setiap tahun sekali.

PEMELIHARAAN AL-QURAN DI MASA ABU BAKAR DAN USMAN

Melihat banyaknya penghafal Al-Quran yang gugur dalam peperangan, maka Umar bin Khattab khawatir akan lenyapnya Al-Quran dari muka bumi bersama dengan gugurnya para penghafal itu. Beliau mendesak Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Quran menjadi mushaf. Setelah Umar menjelaskan latar belakangnya dan Abu Bakar merenung dan berfikir, maka dikirimlah surat kepada Zaid bin Tsabit, seorang penulis wahyu. Kemudian Zaid menghadap Abu Bakar dan Umar untuk mendengarkan apa yang dikehendaki oleh kedua orang itu, dan setelah memperoleh penjelasan, Zaid pun menyetujuinya.

Dalam penyalinan Al-Quran , Abu Bakar menetapkan pedoman sebagai berikut.
  1. Penulisan berdasarkan kepada sumber tulisan Al-Quran yang pernah di tulis Al-Quran yang pernah di tulis pada masa rasul yang tersimpan di kediaman Rasul SAW.
  2. Penulisan berdasarkan kepada sumber hafalan para sahabat penghafal Al-Quran.

Setelah abu Bakar wafat, suhuf-suhuf Al-Quran itu oleh khalifah Umar, dan setelah Umar wafat di simpan Hafsah. Sebab di simpan oleh Hafsah tidak oleh Usman sebagai Khalifah adalah karena:
  1. Hafsah adalah isteri Rasul dan anaknya khalifah.
  2. Hafsah itu pandai menulis dan membaca.

Pada masa Abu Bakar dan Umar, masing-masing penulis memegangi mushaf tulisannya sendiri. Pada waktu itu banyak mushaf yang tersebar di kota-kota besar misalnya penduduk Kufah memegangi Mushaf Ibnu Mas’ud, penduduk basrah memegangi Mushaf abu Musa Al-Asy’ari, penduduk Damaskus memegangi Mushaf Miqdad bin Aswad, penduduk syam memegangi mushaf Ubay bin Ka’ab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar