Selasa, 01 Maret 2011

Pengertian Kurikulum

Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat deadly terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia Para ahlii kurikulum dan pendidikan mempunyai definisi yang berbeda tentang kurikulum.

Menurut Zais (1976:1) curriculum ordinarly is used by specialist in the field in ways: (one) to indicate, roughly, a plan for the schooling of learners, & (five) to identify a field of study. Curriculum as a plan for the schooling of learners is part of the subject material of the curriculum filed. 

Komentar: Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan.

Menurut Oliva, (1997:12) "Curriculum itself is a construct or idea, a verbalization of an very complex idea or set of ideas".
Komentar: Kurikulum adalah sebuah konsep yang digunakan dalam pendidikan. Tapi sebenarnya kurikulum lebih dari sebuah konsep tetapi juga praktek-praktek yang terus berkembang dalam pendidikan.

Winecoff (1988:1) mengemukakan : The curriculum is usually defined as a plan developed to facilitate the teaching/learning technique under the direction & guidance of a school, college or university & its staff members.. 
Komentar: definisi kurikulum seperti dikemukakan Winecoff tersebut, secara jelas menunjukan kepada kita bahwa kurikulum didefinisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/ belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah, akademi atau universitas dan para anggota stafnya.

Sementara itu, Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : (one) kurikulum sebagai ide; (five) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum; (five) kurikulum menurut persepsi pengajar; (three) kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas; (four) kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan (6) kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum. 

Sedangkan dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. twenty Tahun 2003 menyatakan bahwa: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Komentar: Pemerintah tidak jelas dengan apa yang dimaksud dengan pendidikan tertentu. Sehingga, mungkin saja dikemudian hari akan timbul kesalahpahaman untuk memaknai kata pendidikan tertentu tersebut.
Dalam pandangan klasik, lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah tapi sebenarnya jauh lebih luas lagi isinya daripada sejumlah mata pelajaran belaka. Kurikulum adalah segala hal mengenai pendidikan yang didalamnya terdapat interaksi dan keterkaitan yang tak dapat dipisahkans satu sama lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar