Senin, 21 Maret 2011

Prinsip Pembelajaran Berbasis Genre di Indonesia

Sedikitnya ada enam prinsip pembelajaran berbasis genre yang diambil dari sifat-sifat yang melekat pada genre sebagai suatu proses social. Salah satu teori belajar yang dianggap dapat mengakomodasi prinsip-prinsip tersebut adalah Social Learning Theory (SLT) yang dikembangkan oleh seorang pakar psikologi perkembangan dari Kanada bernama Albert Bandura.
Teori belajar tersebut menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam berbagai kegiatan social di dunia nyata untuk dapat menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mendasari tingkah laku dan sikap manusia dalam hidupnya. Melalui pengalaman langsung itulah manusia melakukan dua kegiatan kunci dalam proses belajar, yaitu mengamati cara orang lain di sekitarnya bertingkah laku, bersikap, dan menunjukkan reaksi emosional terhadap kejadian disekitarnya dan kemudian menirukannya untuk mengarahkan tindakannya.
Secara garis besar disebutkan dalam pernyataan tersebut bahwa cara belajar dengan menirukan model (modeling) terdiri atas langkah-langkah mengamati model, menyimpan cirri-ciri model tersebut dalam ingatannya, dan kemudian menggunakan pengetahuan yang dipahaminya untuk melakukan atau menghasilkan tingkah laku yang serupa dengan modelnya.
Menurut Bandura, tingkah laku manusia merupakan hasil dari keterkaitan timbale balik antara unsure kognitif, tingkah laku, dan pengaruh lingkungan. Asumsi ini kemudian mengarahkan pada formula bahwa untuk dapat memahami dan mengikuti model yang diinginkan empat tahapan, yaitu attention, retention, reproduction, dan motivasion.
Guru yang sudah terpengaruh dengan model konvensional dengan urutan 3P (presentation-practice-production) kemungkinan akan sulit memahami model SLT, di mana siswa dituntut melakukan berbagai tindakan nyata dalam bahasa Inggris sebelum dijelaskan aturannya. Kenyataan yang mendukung teori Vygotsky yang menyatakan juga bahwa intelektual manusia berkembang karena berusaha menirukan (imitating) tingkah laku orang lain, bukan karena diberikan penjelasan. Oleh karena itu menurut Vygotsky, perkembangan intelektual manusia terjadi pada dua tatanan: mula-mula pada tataran social dan baru pada tataran intelektual.
Pemaparan tersebut memberikan dukungan yang cukup kuat untuk menggunakan unsure dan urutan langkah dalam SLT sebagai dasar untuk pengembangan model belajar Pengamatan dan Peniruan Model (PPM), dengan melakukan beberapa perubahan dalam penamaan beberapa istilah serta penentuan langkah-langkah berdasarkan teori belajar lain.
Untuk secara langsung mempresentasikan langkah, model PPM menggantinya dengan istilah-istilah berikut, yaitu (1) ‘pembiasaan’ (agar tercapai attention), (2) ‘penyadaran unsure dan aturan’ (agar tercapai retention), (3)’peniruan’ (agar tercapai reproduction), dan (4) ‘peniptaan suasana yang mendukung’ (agar timbul motivation untuk melakukannya).
PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS GENRE

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar