Jumat, 28 Januari 2011

Sejarah Aliran Linguistik 2

Linguistik zaman Yunani
Studi bahasa pada zaman Yunani mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu lebih kurang dari abad ke-2 M sampai dengan abad ke-5 M. Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada waktu itu adalah pertentangan antara fisis dan nomos dan pertentangan antara analogi dan anomali.
Para filusuf Yunani mempertanyakan apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau bersifat konvensi (nomos). Bersifat alami maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri. Dalam semantik kelompok yang menganut faham ini, yaitu kaum naturalis, berpendapat bahwa setiap kata mempunyai hubungan dengan benda yang ditunjuknya. Misalnya, kata-kata yang disebut onomatope, atau kata yang terbentuk berdasarkan peniruan bunyi. Sebaliknya kelompok lain yaitu kaum konvensional, berpendapat bahwa bahasa bersifat konvensi. Artinya, makna-makna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi atau kebiasaan-kebiasaan, yang mempunyai kemungkinan bisa berubah. Onomatope menurut kaum konvensional hanyalah suatu kebetulan saja.
Pertentangan analogi dan anomali menyangkut masalah bahasa itu sesuatu yang teratur atau tidak teratur. Kaum analogi, antara lain Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. Karena adanya keteraturan itulah orang dapat menyusun tata bahasa. Jika tidak teratur yang dapat disusun hanya idiom-idiom saja. Sebaliknya kaum anomaly berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Kalau bahasa itu teratur mangapa bentuk jamak bahasa Inggris child menjadi children, bukannya childs.
Dari keterangan di atas tampak bahwa kaum anomali sejalan dengan kaum naturalis, dan kaum analogi sejalan dengan kaum konvensional. Pertentangan kedua kelompok itu, anomali dan analogi masih berlangsung sampai sekarang, terutama jika orang berbicara mengenai filsafat bahasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar