Sabtu, 29 Januari 2011

Sejarah Aliran Linguistik

SEJARAH ALIRAN LINGUISTIK
Studi linguistik telah mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu tahap spekulasi, tahap observasi dan klasifikasi, dan tahap perumusan teori. Pada tahap spekulasi, pernyataan-pernyataan tentang bahasa tidak didasarkan pada data empiris, melainkan pada dongeng dan cerita rekaan belaka. Umpamanya, pernyataan Andreas Kemke, seorang ahli filologi dari Swedia pada abad ke-17 yang menyatakan bahwa Nabi Adam berbicara dalam bahasa Denmark dan ular berbicara dalam bahasa Prancis, juga pendapat suku Dayak Iban di Kalimantan yang menyatakan bahwa manusia tadinya hanya punya satu bahasa; tetapi kemudian karena mabuk cendawan, mereka jadi berbicara dalam pelbagai bahasa. Pada tahap observasi dan klasfikasi para ahli bahasa mengadakan pengamatan dan penggolongan terhadap bahasa-bahasa yang diselidiki, tetapi belum sampai pada perumusan teori sehingga belum dapat dikatakan ilmiah. Penyelidikan yang bersifat ilmiah baru dilakukan pada tahap ketiga dimana bahasa yang diteliti itu bukan hanya diamati dan diklasifikasi, tetapi juga telah dibuatkan teori-teorinya. Berikut ini akan dibicarakan sejarah perkembangan linguistik dari zaman purba sampai zaman mutakhir secara sangat singkat dan bersifat umum.

Linguistik Tradisional
Istilah tradisional dalam linguistik sering dipertentangkan dengan istilah struktural, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan tata bahasa struktural. Kedua jenis tata bahasa ini banyak dibicarakan orang sebagai dua hal yang bertentangan, sebagai akibat dari pendekatan keduanya yang tidak sama terhadap hakikat bahasa. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik, sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar