Kamis, 27 Januari 2011

Sejarah Aliran Linguistik 3

Zaman Romawi
Studi bahasa pada zaman Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani, sejalan dengan jatuhnya Yunani, dan munculnya kerajaan Romawi. Boleh dikatakan orang Romawi dapat pengalaman dalam bidang linguistik dari orang Yunani, seperti telah disebutkan bahwa pada awal abad pertama Remmius Palaemon telah menterjemahkan tata bahasa Dionysius Thrax ke dalam bahasa Latin dengan judul Ars Grammatika. Tokoh pada zaman Romawi yang terkenal antara lain Varro (16-27 S.M.) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae.


Zaman Pertengahan

Studi bahasa pada zaman pertengahan di Eropa mendapat perhatian penuh terutama oleh para filusuf skolastik dan bahasa latin menjadi Lingua franca, karena dipakai sebagai bahasa gereja, bahasa diplomasi, dan bahasa ilmu pengetahuan. Dari zaman pertengahan ini yang patut dibicarakan dalam studi bahasa, antara lain adalah peranan Kaum Modistae, Tata Bahasa Spekulativa, dan Petrus Hispanus.
Kaum Modistae ini masih pula membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos, dan pertentangan antara analogi dan anomali. Mereka menerima konsep analogi karena menurut mereka bahasa itu bersifat regular dan universal. Mereka memperhatikan juga secara penuh akan semantik sebagai dasar penyebutan definisi-definisi bentuk-bentuk bahasa.
Tata bahasa spekulativa, merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa Latin ke dalam filsafat skolastik. Menurut tata bahasa spekulativa, kata tidak secara langsung mewakili alam dari benda yang ditunjuk Kata hanya mewakili hal adanya benda itu dalam pelbagai cara, modus, substansi, aksi, kualitas, dsb. Semua bahasa akan mempunyai kata untuk konsep yang sama, dan semua bahasa akan menyatakan kesamaan jenis kata dan kategori-kategori grammatikal lainnya.
Petrus Hispanus. Beliau pernah menjadi Paus, yaitu tahun 1276 – 1277 dengan gelar Paus Johanes XXI. Bukunya berjudul Summulae Logicales. Peranannya dalam bidang llinguistik antara lain:
  • Dia telah memasukkan psikologi dalam analisis makna bahasa. Dia juga membedakan antara signifikasi utama dan konsignifikasi, yaitu pembedaan pengertian pada bentuk akar dan pengertian yang dikandung oleh imbuhan-imbuhan.
  • Dia telah membedakan nomen atas dua macam, yaitu nomen substantivum dan nomen adjectivum.
  • Dia juga telah membedakan partes orations atas categorematik dan syntategorematik. Yang dimaksud dengan categorematik adalah semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat. Sedangkan syntategorematik adalah semua bentuk tutur lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar