Kamis, 03 Februari 2011

Istilah Linguistik 1

Linguistik
:
Ilmu tentang bahasa.
Lingua
:
Bahasa tertentu
Langage
:
Bahasa secara umum
Parole
:
Ujaran
Linguis
:
Pakar Linguistik
Nomometik
:
Linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya.
Pend. Struktural
:
Pendekatan yang melihat bahasa sebagai sistem.
Pend. Atomistis
:
Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas.
Sinkronik
:
Mempelajari bahasa pada kurun waktu yang terbatas.
Diakronik
;
Mempelajari bahasa sepanjang masa.
Linguistik Umum
:
Mengkaji seluruh bahasa yang menjadi alat interaksi manusia.
Linguistik Khusus
:
Mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu.
Linguistik Mikro
:
Mengkaji struktur internal sutu bahasa tertentu.
Fonologi
:
Menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa.
Morfologi
:
Menyelidiki struktur kata, bagian, cara pembentukannya.
Sintaksis
:
Menyelidiki satuan-satuan kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara pembentukannya hingga menjadi ujaran.
Sosiolinguistik
:
Mempelajari bahasa dalam pemakaian hubungannya di masyarakat.
Psikolinguistik
:
Mempelajari bahasa dengan perilaku akal budi manusia, termasuk bagaimana kemampuan bahasa itu dapat diperoleh.
Antropolinguisik
:
Mempelajari bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia.
Filologi
:
Mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis.
Filsafat Bahasa
:
Mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia, serta dasar-dasar konseptual dan teoritis linguistik.
Dialektologi
:
Mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu.
Linguistik Teoritis
:
Penyelidikan terhadap bahasa dengan faktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya.
Linguistik Terapan
:
Penyelidikan terhadap bahasa untuk memecahkan masalah-masalah praktis di masyarakat
Mekanolinguistik
:
Linguistik Komputer
Relasi Sintagmatik
:
Hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu.
Relasi Asosiatif
:
Hubungan yang terdapat dalam bahasa namun tidak tampak dalam susunan suatu kalimat.
Leksikografer
:
Penyusun kamus.
Sistematis
:
Bahasa itu tersusun menurut suatu pola.
Sistemis
:
Bahasa itu bukan sistem tunggal tetapi terdiri juga dari sub-sistem.
Hierarkial
:
Subsistem yang satu terletak di bawah subsistem yang lain.
Tataran Linguistik
:
Jenjang subsistem dalam linguistik.
Semiologi/Ilmu semiotika
:
Ilmu yang mempelajari tanda-tanda dalam kehidupan manusia.
Tanda
:
Suatu/sesuatu yang dapat menandai atau mewakili ide.
Lambang
:
Menandai sesuatu yang lain, tidak secara alamiah atau langsung.
Arbitrer
:
Tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dan yang dilambangkannya.
Penanda
:
Yang menandai
Petanda
:
Yang ditandai
Sinyal/Isyarat
:
Tanda yang sengaja dibuat oleh pemberi sinyal agar yang diberi sinyal melakukan sesuatu.
Gerak Isyarat/Gesture
:
Tanda yang dilakukan dengan gerakan anggota badan.
Gejala atau symptom
:
Suatu tanda yang tidak disengaja, atau dihasilkan tanpa maksud, tetapi secara alamiah untuk menunjukkan atau mengungkapkan sesuatu akan terjadi.
Ikon
:
Tanda yang paling mudah dipahami karena kemiripannya dengan sesuatu yang diwakili.
Indeks
:
Tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang lain.
Kode
:
Adanya suatu sistem, baik yang berupa symbol, sinyal, maupun gerak isyarat yang dapat mewakili pikiran, perasaan, ide, dan tindakan yang disepakati untuk maksud tertentu.
Bunyi bahasa
:
Satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Makna
:
Kandungan konsep, ide, atau pikiran.
Makna Leksikal
:
Makna yang berkenaan dengan morfem dan kata.
Makna Gramatikal
:
Makna yang berkenaan dengan frase, klausa, kalimat.
Makna Pragmatik
:
Makna yang berkenaan dengan wacana.
Signifiant
:
Lambang bunyi
Signifie
:
Konsep yang dikandung oleh signifiant.
Onomatope
:
Kata yang berasal dari tiruan bunyi.
Konvensional
:
Lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.
Produktif
:
Meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dari unsur tersebut dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas.
Fisis/alami
:
Setiap kata mempunyai hubungan dengan benda yang ditunjuknya.
Nomos/konvensi
:
Makna kata itu diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan-kebiasaan, yang mempunyai kemungkinan bisa berubah.
Analogi
:
Bahasa itu bersifat teratur.
Anomali
:
Bahasa bersifat acak
Onoma
:
  • Nama dalam bahasa sehari-hari.
  • Nomina, nominal dalam istilah tata bahasa.
  • Subjek, dalam hubungan subjek logis.
Rhema
:
  • Ucapan, dalam bahasa sehari-hari.
  • Verba, dalam istilah tata bahasa.
  • Predikat, dalam hubungan predikat logis.
Gender
:
Kelamin kata.
Legein
:
Bunyi yang merupakan bagian dari fonologi tetapi tidak bermakna.
Propheretal
:
Ucapan bunyi bahasa yang mengandung makna.
Arthoron
:
Kata-kata yang menyatakan jenis kelamin dan jumlah.
Etimologi
:
Cabang linguistik yang menyelidiki asal-usul kata beserta artinya.
Deklinasi
:
Perubahan Perubahan bentuk kata berkenaan dengan kategori, kasus, jumlah, dan jenis.
Deklinasi Naturalis
:
Perubahan yang bersifat alamiah, dengan sendirinya.
Deklinasi Voluntaris
:
Perubahan terjadi secara morfologis bersifat selektif dan manasuka.
Lingua Franca
:
Bahasa penghubung.
Categorematik
:
Semua bentuk yang menjadi subjek.
Syntategorematik
:
Semua bentuk tutur lainnya.
Hub. sintagmatik
:
Hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, linier.
Hub. Paradigmatik
:
Hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang bersangkutan.
Distingtif
:
Bunyi-bunyi tidak fonemis.

Dicky Hidayat S.
PBI A/V
207201832
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar