Minggu, 27 Februari 2011

Kebudayaan dan Pendidikan

A.      Kebudayaan dan Pendidikan
Intisari tentang budaya dan pendidikan adalah sebagai berikut.
  1. Kebudayaan adalah cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh manusia itu sendiri sebagai warga masyarakat
  2. Peradaban adalah kebudayaan yang sudah maju.
  3. Fungsi kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah.
a.       Penerus keturunan dan pengasuh anak.
b.      Pengembangan kehidupan berekonomi.
c.       Transmisi budaya.
d.      Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan YME.
e.      Pengendalian sosial.
f.        Rekreasi
  1. Isi kebudayaan ialah.
a.       Gagasan
b.      Ideologi
c.       Norma.
d.      Teknologi.
e.      Ilmu.
f.        Kesenian.
g.       Kepandaian.
h.      Benda.
  1. Enkulturasi ialah akibat pendidikan yang hanya memasukkan kebudayaan tertentu kepada perkembangan anak sehingga ia menjadi kaku, hanya berperilaku sebatas kebudayaan itu saja.
  2. Perubahan kebudayaan disebabkan oleh.
a.       Orientasi atau penemuan-penemuan baru.
b.      Difusi atau percampuran budaya baru dengan budaya lama.
c.       Reinterpretasi atau modifikasi kebudayaan agar sesuai dengan keadaan zaman.
Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sekitarnya, keduanya saling menunjang. Sekolah seharusnya menjadi agen pembangunan di masyarakat. Sehingga perlu dibentuk badan kerjasama antara sekolah dengan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk orang tua siswa, untuk ikut memajukan pendidikan dan juga proses sosialisasi anak-anak perlu ditingkatkan. Dinamika kelompok haruslah dimanfaatkan untuk belajar.
Untuk itu kebudayaan perlu ditertibkan antara lain dengan cara:
  1. Tayangan TV, terutama TV swasta:
1)      Maksimal 50% menayangkan lagu-lagu luar negeri.
2)      Minimal 50% menayangkan kesenian-kesenian daerah.
3)      Hanya menayangkan film action yang tidak berbau kekerasan.
4)      Tidak menayangkan film-film yang berbau erotis.
5)      Tidak menayangkan film-film yang bersifat sadis atau ketus.
  1. Memberantas kebudayaan yang merusak remaja seperti minuman keras, narkotika, mengurangi dan mengawasi tindakan klub malam, dan menangkal perkelahian.
Akreditasi ditingkatkan untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan, yang tidak lulus akreditasi digabungkan, seleksi masuk diketatkan. Dengan cara ini sekolah-sekolah kejuruan akan lebih diminati. Materi pelajaran banyak dikaitkan dengan keadaan dan masalah masyarakat setempat. Metode belajar ditekankan pada kegiatan anak baik individual maupun kelompok, melakukan survey di masyarakat, ikut memecahkan masalah masyarakat, dan diberi kesempatan berkreasi atau menemukan ide-ide baru. Ujian Negara lambat laun diubah menjadi ujian sekolah , sehingga memungkinkan memberikan ujian bersifat komprehensif untuk mendukung perkembangan manusia seutuhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar