Sabtu, 19 Februari 2011

Landasan Psikologi Pendidikan Bag. 2

  1. Klasik
1)      Disiplin mental bermanfaat untuk menghapal perkalian dan melatih soal-soal. Menurut teori ini,  individu atau anak memiliki sejumlah daya mental seperti pikiran, ingatan, perhatian, kemampuan, keputusan, observasi, tanggapan, dan sebaginya.
2)      Naturalis/aktualisasi diri bermanfaat untuk pendidikan seumur hidup. Teori ini memandang setiap anak memiliki sejumlah potensi atau kemampuan.

  1. Behavioris bermanfaat atau cocok untuk membentuk perilaku nyata, seperti mau menyumbang, giat bekerja, gemar menyanyi, dan sebagainya.
  2. Kognisi cocok untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang lebih rumit yang membutuhkan pemahaman, untuk memecahkan masalah, dan untuk berkreasi menciptakan sesuatu bentuk atau ide baru.
Psikologi Sosial
  1. Persepsi diri atau konsep tentang diri sendiri ternyata bersumber dari perilaku yang overt dan persepsi kita terhadap lingkungan dan banyak dipengaruhi oleh sikap serta perasaan kita. Agar para siswa memilki konsep diri yang riil maka pendidik perlu mengembangkan perilaku yang overt, perspsi terhadap lingkungan secara wajar, dan sikap serta perasaan yang positif. Konsep diri yang keliru, dapat merusak perkembangan anak.
  2. Pembentukan anak bisa secara alami, dikondisi, dan meniru sikap para tokoh. Pendidik perlu membentuk sikap anak yang positif dalam banyak hal. Oleh karena itu, cara pembentukan ini perlu direncanakan dan dilaksanakan pada waktu dan situasi yang tepat.
  3. Sama halnya dengan sikap, motivasi anak-anak juga perlu dikembangkan pada saat yang memungkinkan melalui:
1)      pemenuhan minat dan kebutuhannya,
2)      tugas-tugas yang menantang, dan
3)      menanamkan harapan yang sukses dengan cara sering memberikan pengalaman yang sukses.
  1. Hubungan yang intim diperlukan pada proses konseling, pembimbingan, dan belajar dalam kelompok. Karena itu, hubungan seperti ini perlu dikembangkan oleh para pendidik.
  2. Pendidik perlu membendung perilaku agresif anti sosial, tetapi mengembangkan agresif prososial dan sanksi. Pengurangan agresif anti sosial dapat dilakukan dengan menanamkan ketertiban, tidak mengganggu satu sama lain dan beryupaya agar anak-anak tidak mengalami rasa putus asa.
  3. Pendidik juga perlu mengembangkan kemampuan memimpin dikalangan anak-anak. Sebab, kepemimpinan sangat besar pengaruhnya dalam mencapai sukses belajar bersama dan sukses berorganisasi dalam kehidupannya setelah dewasa.
Kesiapan belajar yang bersifat afektif dan kognitif perlu diperhatikan oleh pendidik agar materi yang dipelajari oleh anak-anak dapat dipahami dan diinternalisasi dengan baik. Kesiapan afeksi harus dikembangkan dengan model pengembangan motivasi sedangkan kesiapan kognisi dipelajari dari tingkat-tingkat perkembangan kognisi mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar