Jumat, 11 Februari 2011

Kesiapan Belajar dan Aspek-aspek Individu Bag. 1

A.                  Kesiapan Belajar dan Aspek-aspek Individu
Kesiapan belajar secara umum adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan keuntungan dari pengalaman yang ia temukan. Kemampuan-kemampuan itu bergantung pada tingkat kematangan intelektual. Contoh kematangan intelektual adalah tingkat-tingkat perkembamgan kognisi Piaget yang telah diuraikan pada bagian psikologa perkembangan. Ausubel mengatakan faktor yang paling penting mempengaruhi belajar adalah apa yang sudah diketahui oleh anank-anak. Sedangkan perihal menstruktur kognisi dalam banyak kasus para siswa dapat menstruktur kembali pengetahuannya untuk penyesuaian dengan materi-materi baru yang diterima dari pendidikan.
Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam mengembangkan potensi motivasi adalah dengan program intenversi selaman anak duduk di TK dan kelas-kelas awal di SD. Intervensi ini bisa dalam bentuk:
  1. Memperbanyak ragam fasilitas di TK
  2. Memberi kesempatan kepada orang tua untuk menyaksikan interaksi yang efektif di TK dan SD. Pola interksi ini adalah:
    1. Memberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan
    2. Membut kegiatan-kegiatan berprestasi berhasil
    3. Menciptakan tujuan-tujuan yang menantang, tidak terlalu gampang dan tidak terlalu sukar
    4. Memberi kayakinan untuk sukses serta menghargai kemampuan-kemampuannya
    5. Membuat setiap anak tertarik dan gemar belajar. Kesaksian orang tua bisa menambah semangat anak-anak belajar menyeleseikan tugas
Disamping itu metode tersebut, masih ada cara untuk membangun motivasi. Cara-cara yang dimaksud adalah:
  1. Memberi kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dituntut,seperti:
    1. Kebutuhan fisik
    2. Kebutuhan diterima oleh kelompok
    3. Kebutuhan mengembangkan konsep diri
  2. Memberikan tugas-tugas yang menantang
  3. Mengembangkan kesadaran control dari dalam. Anak-anak yang mempunyai keyakinan kuat bahwa ia dapat mengontrol diri sendiri tampak lebih gigih berusaha,mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki lingkungan, menghargai penguatan prestasi baik dalam kesuksesan maupun dalam kegagalan, dan menolak upaya-upaya orang untuk mempengaruhi dirinya.
Perlengkap peserta didik atau warga belajar sebagai subjek dalam garis besarnya dapat dibagi menjadi lima kelompok, yaitu:
    1. Watak, adalah sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang hamper tidak dapat diubah.
    2. Kemepuan umum atau IQ, ialah kecerdasan yang bersifat umum.
    3. Kemampuan khusus atau bakat, ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir.
    4. Kepribadian, ialah penampilan seseorang secara umum.
    5. Latar belakang, ialah lingkungan tempat dibesarkan terutama lingkungan keluarga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar