Rabu, 06 April 2011

Ilmu Alamiah Dasar

1.   Upaya pelestarian SDA secara kedisiplinan orangnya/objeknya (interdisiplin) maupun dengan lima konsep (hukum teori) sudah bagus, akan tetapi kelestarian alam tidak terwujud, yang ada justru kerusakan alam (masalah bagi masyarakat). Lihat dari permasalahn ini secara sensitif/signifikan (bermakna) fakta apakah penyebabnya?
Jawab:
Usaha manusia untuk mengelola SDA sudah banyak disadari manfaatnya. Hal ini di tujukkan pada hubungan yang harmonis di antara kebutuhan hidup manusia dengan SDA yang meliputi:
a.      Menjamin kelestarian alam, dan
b.      Menjamin adanya kelestarian hasil dan pemanfaatan SDA.
Dalam pengelolaan SDA hayati ada beberapa konsep yang harus diperhatikan, yaitu:
a.      Prinsip daya toleransi,
b.      Prinsip inoptimum,
c.       Prinsip Faktor pengontrol,
d.      Prinsip ketanpabalikan, dan
e.      Prinsip pembudidayaan.
Dengan berbagai konsep dan teori yang telah disebutkan seharusnya kelestarian alam dapat terwujud, namun pada kenyataannya sekarang justru kerusakan alam banyak terjadi, hal ini disebabkan lebih banyak orang yang tidak peduli dengan alam daripada orang yang berusaha untuk melestarikan alam.
2.   Apakah SDA (SDAH dan SDANH) terperbaharukan bisa berubah atau tidak menjadi SDA tak terperbaharukan. Jelaskan!
Jawab:
SDA terperbaharukan dapat berubah menjadi SDA tak terperbaharukan bila penggunaannya salah atau tidak sesuai dengan prinsip penggunaannya. Artinya, penyalahgunaan SDA dapat mengubah SDA terperbaharukan menjadi SDA tak terperbaharukan, bahkan jika penyalahgunaannya sangat fatal dapat menyebabkan SDA tersebut musnah.
Salah satu contoh yaitu air. Air adalah SDANH yang terperbaharukan. Artinya air akan terus ada dan sekalipun habis masih banyak persediaannya. Akan tetapi jika perlakuan juga cara pemanfaatannya salah, maka lama-kelamaan air tersebut akan benar-benar habis sampai tidak ada lagi persediaannya. Dan itu berarti air yang pada awalnya merupakan SDANH yang terperbaharukan pada akhirnya menjadi tak terperbaharukan dikarenakan perlakuan yang salah terhadap air tersebut.

3.   Tantanagan IPTEK/SAINS terhadap masyarakat, khususnya masalah pangan (masalah sampah) termasuk sandang (plastic) menjadi masalah. Bagaimana upaya kita termasuk pemerintah agar masalah tersebut dapat diatasi bahkan bisa menjadi manfaat!
Jawab:
Sehubungan dengan sandang
        Masalah yang berhubungan dengan sampah plastik ialah dengan memusnahkan sampah plastik itu dengan membakarnya atau mengolahnya kembali menjadi bahan plastik lagi. Karena itu teknologi IPA telah mampu menyumbangkan kepada manusia/masyarakat serat sintetik yang terbuat dari pokok-pokok/serat-serat kayu yang diproses secara kimiawi menjadi benang (rayon) maupun dari bahan galian misalnya hasil samping sulingan batubara dan minyak bumi menjadi serat sintetik polyester, polipropelin, polietelin, dsb.


4.   Kenapa minyak bumi/bensin kalau terlalu banyak mengandung timah hitam Pb sangat berbahaya bagi bakal anak/zigot?
Jawab:
        Minyak bumi berasal dari fosil yang telah terkubur dalam tanah sekitar jutaan tahun lamanya dan proses pembentukannya secara alami dan karena minyak bumi itu terbatas manusia pun harus cepat mencari penggantinya. Dampak negatif dari minyak bumi yaitu hasil pembakaran minyak bumi tersebut merupakan gas-gas oksida, antara lain karbondioksida yang berguna untuk fotosintesis (pembentukan zat gula antipati pada tumbuhan hijau daun dengan bantuan sinar matahari) dan karbomonoksida yang sangat beracun. Gas CO dapat meracuni sel darah merah (hemoglobin) sehingga jaringan pembuluh darah tidak mampu berfungsi lagi sebagai pengangkut oksigen (O2) dalam jaringan tubuh jelaga sebagai sisa gas yang halus. Misalnya saja pada bensin/premium yang terlalu banyak mengandung timah hitam (pb) atau air raksa (HE) yang semua ini merupakan campuran premium agar premium mudah di bakar. Timah hitam adalah gas yang tidak ramah lingkungan, oleh karena itu sangat tidak baik apabila terhirup oleh manusia karena akan menyebkan orang sesak nafas juga selain itu bisa menyebabkan keracunan. Dan keracunan gas tersebut akan sukar diobati karena jaringan-jaringan logam tersebut akan mengendap dalam tubuh. Penggalian minyak bumi tersebut mengakibatkan polusi bagi daerah sekitarnya, karena minyak bumi tersebut tumbuhan bagian daunnya menjadi tidak hijau , licin, dan kusam dan tidak dapat tumbuh besar. Juga bisa pada hewan (terjangkit penyakit pernapasan dan pastinya juga mengurangi atau membunuh bakal anak/zigot) yang terdapat di daerah tersebut dan tentu saja manusia juga yang pada akhirnya akan terkena oleh dampak tersebut.





5.   Karena faktor lingkungan/kependudukan menurut IAD dikatakan sebagai titik pertama antara ilmu murni dan ilmu terapan?
Jawab:
        Faktor lingkungan atau dinamika penduduk ialah mengintegrasikan/mengalihkan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Menurut berbagi ilmu seperti sosiologi, epidiomologi, ekonomi, meteorologi, kesehatan masyarakat, planologi, geografi, hidrologi bahkan pertanian. Perkebunan dan peternakan. Ilmu lingkungan dapat diibaratkan sebuah poros, tempat berbagai asas dan konsep aneka ragam ilmu yang terpancar dan khususnya dapat digabungkan secara tunjang menunjang untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan antara jasad hidup dengan lingungannya.
        Pada dasarnya, pragmentasi (penjabaran dalam sel pemisahan diri menjadi sel baru) ilmu pengetahuan/sains ke dalam disiplin ilmu adalah akibat studi yang terlalu mnejurus dan mendalam. Sebenarnya ilmu lingkungan ialah ekologi (ilmu murni yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup). Maka jelaslah bahwasannya ilmu lingkungan itu sangat berkaitan erat dengan ilmu murni. Dan faktor-faktor lingkungan pun dikatakan sebagai titik pertama antara ilmu murni dan ilmu terapan. Hanya mungkin terlalu dibatasi dengan alasan yang dibuat-buat yang bersifat tradisi belaka. Ilmu lingkungan jelas mengajukan bahwa asas dan konsep ilmu murni seperti ekologi, ternyata berlaku pula untuk menanggualangi masalah yang praktis. Dan sebaliknya, banyak masalah teknologi dan sosio ekonomi ternyata merupakan data yang berharga bagi para ahli ilmu murni untuk merumuskan teorinya/ilmunya. Jika istilah ilmu murni dan ilmu terapan akan tetap dipertahankan, maka ilmu lingkungan itu merupakan perpaduan antara ilmu murni dan ilmu terapan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar