Senin, 18 April 2011

Pengertian dan Istilah-istilah Pendidikan

Pembahasan tentang pendidikan melahirkan konsep seperti pengertian pendidikan yang dipakai di Indonesia seharusnya Ilmu Pendidikan, bukan pendidikan dalam arti umum atau teori umum pendidikan/PBM sebab tujuan yang ingin dicapai sudah jelas. Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasilais yang dimotori oleh pengembangan afeksi seperti sikap suka belajar, tahu cara belajar, rasa percaya diri, mencintai prestasi tinggi, punya etos kerja, kreatif dan produktif, serta puas akan sukses yang dicapai. Pendidikan luar sekolah terutama pendidikan keluarga, harus ditangani sejajar dengan pendidikan di sekolah sebab berfungsi sama. Ilmu pendidikan yang bercorak Indonesia perlu dipikirkan segera ditangani untuk mengurangi impor konsep-konsep pendidikan dari luar negeri yang belum tentu cocok dengan kondisi Indonesia. Penyelenggaraan pendidiakan sebaiknya memakai konsep sistem sebab cara ini lebih ampuh dari pada cara lain. Pengembangan pendidikan seharusnya mengikuti dan mengantisipasi suprasistemnya.
Semua tenaga kependidikan, baik pada jalur formal, non formal, maupun informal yang mencakup:
  1. manajer atau administrator pendidikan,
  2. pengawas pendidikan atau supervisor,
  3. guru, dosen, eksper, dan narasumber,
  4. tenaga penunjang akademik, yaitu:
1)      peneliti,
2)      pengembang kurikulum,
3)      pustakawan,
4)      laboran, dan
5)      teknisi sumber belajar,
harus memiliki pengertian yang benar tentang pendidikan, paham akan tujuan pendidikan, menyiapkan segala sesuatu, serta melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan prinsip pendidikan dan mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Ada tiga macam pendidikan, yaitu.
  1. Pendidikan yang dipakai oleh masyarakat umum, yang tidak ilmiah, melainkan diwariskan secara turun-temurun.
  2. Teori umum pendidikan yang mirip dengan filsafat pendidikan, yang menekankan pada prinsip-prinsip mengajar atau didaktik atau PBM.
  3. Ilmu pendidikan, suatu pendidikan yang bersifat ilmiah yang utuh sebagai suatu kesatuan ilmu.
Mendidik adalah semua upaya untuk membuat peserta didik mau dan dapat belajar atas dorongan diri sendiri untuk mengembangkan bakat, pribadi, dan potensi-potensi lainnya secara optimal ke arah positif.
Tujuan mendidik adalah membantu anak untuk mengembangkan semua potensi jiwa dan jasmaninya secara berimbang, harmonis, dan terintegrasi, sehingga menjadi manusia berkembang seutuhnya yang diwarnai oleh sila-sila Pancasila. Pengembangan ini dimotori oleh pengembangan afeksi, yang bertujuan untuk membuat peserta didik memiliki sikap suka belajar, tahu tentang cara belajar, memiliki rasa percaya diri, mencintai prestasi tinggi, memiliki etos kerja, kreatif dan produktif, puas akan sukses yang dicapai. Agar tujuan pendidikan nasional membentuk manusia berkembang seutuhnya bisa tercapai, evaluasi hasil belajar hendaklah mencakup afeksi, kognisi, dan psikomotor pada setiap jenis evaluasi seperti evaluasi formatif, sumatif, dan ujian akhir untuk dapat ijazah.
Pendidikan di masyarakat perlu diberi perhatian lebih banyak, sebab fungsinya tidak kalah penting dibandingkan dengan pendidikan di sekolah. Terlebih pendidikan dalam keluarga yang dikatakan pendidikan pertama dan utama, haruslah ditangani secara intensif. Sebab bila pendidikan yang utama ini terabaikan, akan memberi dampak kurang menguntungkan pada pendidikan selanjutnya.
Untuk mengatasi praktik-praktik pendidikan yang bersumber dari konsep-konsep pendidikan luar negeri dan yang mengutamakan pengembangan kognisi, perlu segera dipikirkan untuk mewujudkan ilmu pendidikan yang bercorak Indonesia, yang cocok dengan geografis, budaya, dan cita-aita bangsa Indonesia, melalui penelitian-penelitian yang terorganisasi secara berkesinambungan. Pengembangan pendidikan haruslah mengikuti dan mengantisipasi suprasistemnya, yaitu filsafat negara, agama, sosial, kebudayaan, ekonomi, politik, dan demografi. Penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan sebagai bagian terpenting dalam mensukseskan misi pendidikan, hendaklah memakai konsep sistem atau dikerjakan dengan memandang hal itu sebagai sistem. Sebab cara ini lebih menjamin keberhasilan dibanding dengan nonsistem.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar