Jumat, 08 April 2011

Proses Interpretasi Bag. 2

4. Analisis

Setelah proses mendengarkan dan menggabungkan berbagai berbagai keterampilan yang dimiliki, proses selanjutnya adalah menganalisa makna pesan yang telah diterima. Ada enam faktor yang mempengaruhi analisa ini baik positif maupun negatif. Pertama adalah keterampilan menafsirkan. Sebelumnya menafsirkan memerlukan informasi menarik dari penerjemah sendiri terkait dengan isi pesan. Sebagai contoh, jika Anda memiliki latar belakang dalam pemrograman komputer, hal tersebut merupakan informasi yang berguna untuk menafsirkan pada lokakarya pemrograman. Faktor kedua adalah proses manajemen. Ini adalah kemampuan yang dimiliki Interpreter untuk dapat mengkombinasikan Prior Knowledge dengan hal-hal pembuatan keputusan tentang jeda waktu, pemantauan urutan operasi, menggunakan strategi, dan mempertahankan kendali atas proses penafsiran agar tetap berkonsentrasi. Faktor ketiga adalah penafsir memiliki kompetensi dalam bidang bahasa dan budaya, baik primer dan sekunder. Dalam hal ini merujuk pada pengetahuan bahasa, baik kosa kata, aturan tata bahasa, gaya wacana, dan idiom. Secara sederhana, jika Anda tidak dapat memahami bahasa Inggris secra mahir, Anda tidak akan mampu sepenuhnya menganalisis arti pesan yang dikirimkan dalam bahasa Inggris. Dan dalam arti yang sama, kompetensi dalam budaya sumber mengacu pada pengetahuan tentang norma-norma, nilai-nilai, aturan, tradisi, dan kepercayaan budaya. Makna pesan dapat terikat dengan paradigma budaya, dan dengan demikian pemahaman pertimbangan budaya diperlukan untuk menganalisis makna. Faktor keempat pengetahuan kebahasaan. Hal ini merujuk secara khusus untuk pengetahuan Anda yang dianggap relevan dengan pesan yang diinterpretasikan. Sekali lagi, jika Anda sedang melakukan tugas untuk kelas ekonomi dan tidak memiliki pengetahuan tentang ekonomi pasar, maka Anda akan mengalami kesulitan mengartikan makna dari kata tersebut. Faktor kelima adalah persiapan. Hal ini mengacu pada cara apapun yang telah digunakan untuk mempersiapkan tugas, baik sebelum atau selama hal itu berlangsung. Hal ini dapat mencakup menjaga kesehatan fisik seperti cukup tidur dan makanan. Ada juga pertimbangan emosional dan psikologis  seperti manajemen pengendalian diri dari stres dan kepercayaan diri. Faktor keenam lingkungan, baik lingkungan internal maupun eksternal. Pertimbangan eksternal adalah faktor fisik seperti pencahayaan, suhu, dan kebisingan lingkungan. Kondisi ideal, seperti pencahayaan yang baik, temperatur yang nyaman, dan tingkat kebisingan yang rendah. Faktor internal meliputi fisik keadaan penafsir seperti kelelahan atau sakit, kondisi emosional (mungkin Anda memiliki ikatan emosional dengan pembahasan) dan keadaan psikologis penafsir (Anda mungkin melihat bahwa penonton mengevaluasi Anda, atau merasa Anda berada di bawah tekanan).

5. Penyampaian

Setelah tahap analisis, penerjemah kemudian bergerak ke arah penyampaian melalui berbagai tahapan tanpa memperhatikan unsur-unsur linguistik tetapi hanya sebagai proses penyampaian sebagai sesuatu yang penerjemah pahami. Pesan ini dipahami dari pandangan pembicara kepada dunia pendengar. Ini merupakan pemahaman mengenai proses komunikasi secara keseluruhan, dari awal sampai akhir. Termasuk memahami pesan, tujuan pembicara, dan konteks.
Setelah berada pada titik ini, penerjemah telah menyelesaikan satu proses dan sekarang dia akan kembali lagi untuk melakukan suatu proses yang sama sebagai sebuah siklus. Setiap sekali memulai sesuatu yang baru, penerjemah akan menjadi lebih mahir dan akan lebih banyak belajar tentang pembicara, konteks, dan pesan yang telah dia sampaikan.

Kesimpulan

Interpretasi  adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan, konsentrasi, dan keterampilan-keterampilan lainnya. Seorang Interpreter harus mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses Interpretasi dengan sematang mungkin agar dapat tampil seoptimal mungkin. Diantaranya persiapan tersebut adalah tujuan dari pembicara dan latar belakang pembicara, setting, keterampilan mendengarkan, keterampilan menganalisis pesan, dan yang terakhir adalah kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan tepat, efektif, dan efisien.
Selain daripada itu, seorang Interpreter harus ditunjang dengan berbagai keterampilan bahasa lainnya, seperti, sociolinguistic, psycholinguistics, syntax, dan ilmu tentang gesture. Ketika Anda mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin itulah awal Anda menjadi seorang Interpreter professional yang bisa memberikan kesejahteraan secara ekonomi maupun kepuasan dalam bekerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar