Minggu, 17 April 2011

Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup dan Sasaran Pendidikan

1.     Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup dan Sasaran Pendidikan

            Adapun mengenai implikasi konsep pendidikan seumur hidup ini pada sasaran pendidikan, Ananda W.P. Guruge juga mengklasifikasinya dalam enam kategori, masing-masing dengan prioritas programnya.

a.       Para Buruh dan Petani
            Mereka dengan pendidikan yang sangat renah atau bahkan tanpa pendidikan sama sekali merupakan golongan terbesar penduduk di negara-negara yang sedang berkembang. Mereka pada umumnya masih hidup dalam suasana tradisional yang dikuasai oleh takhayul, tabu dan kebiasaan-kebiasaan hidupyang menghambat kemajuan.
            Bagi golongan pendidik ini, program pendidikan barulah mempunyai arti, apabila program tersebut:
-          menolong produktivitas mereka
-          mendidik mereka agar memenuhi kewajiban sebagai warga negara dan sebagai kepala rumah tangga, sehingga mereka menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.

b.      Golongan Remaja yang Terganggu Pendidikan Sekolahnya

            Golongan remaja yang menganggur karena tidak mendapatkan pendidikan keterampilan atau user-employed karna kurangnya bakat dan kemampuannya, memerlukan pendidikan vokasional yang khusus. Demi perkembangan priadinya, mereka perlu pula diberi pendidikan kultural dan kegiatan-kegiatan yang kreatif.
            Namun program yang terpenting bagi golongan anak didik ini adalah pendidikan yang bersifat remedial.
Mungkin karena meninggalkan pendidikan di sekolah karena tidak tertarik, bosan atau tidak melihat menfaat pendidikan sekolah itu bagi kehidupannya. Sebab itu program remedial yang diberikan kepadanya harus dapat menarik, merangsang dan releen dengankebutuhanhidupnya.

c.       Para Pekerja yang Berketerampilan

            Meskipungolongan ini, sama halnya dengan golongan lainnya, memerlukan program pendidikan kewarga negaraan danpendidikan untuk meningkatkan waktu senggang secara produktif, namun golonganini memerlukan program khusus. Bagi golongan pekerja yang berketerampilan ini, program yang disediakan baginya harus mengandung dua maksud, yaitu :
-          Program itu harus mampu menyelamatkan mereka dari bahaya keusangan pengetahuannya dan  otomasi, kepada mereka perlu diberikan latihan-latihan kembali untuk mendapatkan keterampilan baru;
-          Program itu harus membuka jalan bagi mereka untuk naik jenjang dalam rangka promosi kedudukan yang lebih baik. Program semacam itu tidak semata-mata bersifat vokasional dan teknik melainkan merupakan peningkatan atas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki agar mereka dapat menghadapi tantangan-tantangan hari depan mereka.

d.      Golongan Technicians dan Professionals

            Program pendidikan seumur hidup itu terlebih sangat besar peranannya bagi golongan itu. Mereka dapat pada umumnya menduduki posisi-posisi penting dalam masyarakat. Kemajuan masyarakat banyak tergantung dalam golongan ini. Agar mereka tetap berperan dalam masyarakatnya, maka mereka harus senantiasa memperbarui dan menambah pengetahuan dan keterampilannya. Untunglah pada umumnya golongan initelah memiliki kebiasaan dan motivasi yang kuat dalam self learning.

e.       Para Pemimpin dalam Masyarakat

            Para pemimpin dalam masyarakat perlu selalu memperbaiki sifat dan ide-idenya agar mereka dapat tetap berfungsi memimpin masyarakat sesuai dengan gerak kemajuan dan pembangunan.
Mereka harus mampu mensistensikan pengetahuan dan berbagai macam keterampilan, karena tendensi spesialisasi dalam masyarakat sekarang menjadi makin lama makin jauh. Kemampuan mensistensikan itu tidak pernah diperoleh dari pendidikan sekolah biasa. Sebab itu program pendidikan untuk mencapai tujuan tersebut perlu diadakan.

f.       Golongan Anggota Masyarakat yang Sudah Tua

            Dengan bertambah panjangnya usia rata-rata manusia dan kesehatan pun menjadi lebih baik, maka jumlah anggota golongan masyarakatyang lanjut usia ini makin lama makin bertambah besar. Mereka juga memerluka proram pendidikan dalam rangka pendidikan seumur hidup.
            Mungkin pendidikan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga karena belum pernah memperolehnya pada waktu masih muda. Program pendidikan itu terlebihnya untuk memenuhi dorongannya untuk mengetahui hal-hal yang baru. Jadi tidak lagi penting dilihat dari kegunaan dan keuntungan materilny.
            Dengan uraian mengenai pendidikan seumur hidup ini mudah-mudahan konsep kita tentang pendidikan social dapat dipandang dalam konteks yang lebih luas.

            Berdasarkan penerapan di atas, maka penerapan cara berfikir menurut asas pendidikan seumur hidup itu akan mengubah pandangan kita tentang status dan fungsi sekolah, di mana tugas utama pendidikan sekolah adalah mengajar anak didik bagaimana caranya belajar, peranan guru adalahsebagai motivator, stimulator dan petunjuk jalan anak didik dalam hal belajar, sekolah sebagai pusat kegiatan belajar bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Sehingga dalamrangka pandangan mengenai pendidikan seumur hidup, maka semua orang secara potensial merupakan anak didik.  







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar