Sabtu, 16 April 2011

Implikasi Konsep PendidikanSeumur Hidup Pada Program-Program Pendidikan

1.     Implikasi Konsep PendidikanSeumur Hidup Pada Program-Program Pebdidikan
                  Implikasi program pendidikan seumur hidup kepada program pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Ananda W.P. Guruge, dalam garis besarnya dapat dikelompokan dalam enam kategori, sebagai berikut :

a.      Pendidikan Baca Tulis Fungsional

Program ini tidak hanya saja penting bagi pendidikan seumur hidup karena relevansinya dengan kondisi yang ada pada Negara-negara berkembang karena masih banyak penduduk yang buta huruf, melainkan juga sangat penting di tinjau dari implementasinya. Bahkan di Negara yang sudah maju sekalipun di mana radio, film dan televisi telah menentang ketergantungan orang akan bahan-bahan bacaan, namun membaca masih merupakan cara yang paling murah dan praktis untuk mendapatkan dan menyebarkan pengetahuan.
Melek huruf fungsional itu disamping merupakan isi program sekaligus juga merupakan sarana terlaksananya pendidikan seumur hidup. Namun kemampuan membaca dan menulis tidak ditunjang oleh tersedianya bahan-bahan bacaan tidak ada artinya.
Sebab itu realisasinya baca fungsional itu harus memuat dua hal, yaitu :
1)      Memberi kecakapan Membaca- menulis- mengjitung (3M) yang fungsional bagi anak didik.
2)      Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya itu.

            b.  Pendidikan Vokasional

      Pendidikan vokasional itu sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak didik diluar batas usia sekolah , ataukah sebagai program pendidikan formal dan non-formal dalam rangka apprentice-skip training, merupakan salah satu program penting dalam rangka pendidikan seumur hidup. Pada kebanyakan nergara berkembang yang system pendidikan formal umumnya diambil dari Negara barat, out put pendidikan sekolah pada umumnya dirasakan kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun. Sebab itu program pendidikan yang bersirat remedial agar para lulusan sekolah itu menjadi tenaga kerja yang produktif dan menjadi sangat penting.
      Namun yang lebih penting, ialah bahwa pendidikanvokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai.
      Kemajuan teknologi, tentang otomasi, dan makin luasnya industrialisasi menuntut pendidikan vokasional itu terus menerus.

c.  Pendidikan Profesional
     
      Apa yang berlaku bagi para pekerja dan buruh berlaku pula bagi para professional. Bahkan tantanga buat mereka itu lebih besar dan kuat. Mereka berusaha terus-menerus dan bergerak cepat agar tidak ditinggalkan oleh kemajuan.
      Sebab itu dalam tiap-tiap profesi hendaknya telah teripta built-inmechanism yang memungkinkan golongan professional itu selalu mengikuti perubahan dan kemajuan dalam metode, perlengkapan, teknologi  dan sikap profesionalnya. Ini merupakan realisasi dari pendidikan seumur hidup.

d.  Pendidikan ke Arah Perubahan danPembangunan

      Pendidikan bagianggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan social dan pembangunan merupakan konsekuensi penting dari asa pendidikan seumur hidup. Abad ilmu pengetahuan dan teknologi itu pengaruhnya telah menyusup dalam berbagai aspek kehidupan manusia dan masyarakat.

e.  Pendidikan Kewargaan Negara danKedewasaan Politik

      Tidak saja bagi warga Negara biasa, melainkan para pemimpin masyarakat pun sangat membutuhkan pendidikan kewargaannegara dan kedewasaan politk itu. Dalam alam pemerintahan dan masyarakat yang demokratis, maka kedewasaan warga Negara dan para pemimpinnya dalam kehidupan bernegara sangat penting, untuk itu program pendidikan kewargaannegara dan kedewasaan politk itu sangat penting dalam pendidikan seumur hidup.

f.  Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Luang

      Spesialisasi yang berlebihan dalammasyarakat, bahkan yang telah dimulai pada usia muda dalam program pendidikan formal di sekolah, membuat menusia brfikir sempit pada bidangnya sendiri, buta kekayaan nilai-nilai cultural yang terkandung dalam warisan budaya masyarakat sendiri. Seseorang yang disebut sebagai “educated man” harus menghargai dan memahami sejarah, kesusastraan, agama, filsafat hidup, seni, dan musik bangsa sendiri. Sebab itu pendidikan cultural dan pengisian waktu senggang secara cultural dankonstruktif merupakan bagian penting dari pendidikanseumur hidup.                

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar